Cuan Bareng Pacar, Bangun Profesionalisme Saat Bisnis Bareng Pasangan

Kalau biasanya jalan bareng pacar bisa keluar duit banyak, gak ada salahnya untuk membangun hubungan jadi lebih seru lagi. Bisnis bareng pacar akhir-akhir ini menjadi tren yang dilakukan oleh banyak pasangan. Tidak jarang, usaha bareng yang dirintis saat pacaran mampu membiayai pernikahan hingga membangun jaringan usaha yang membanggakan. 

Banyak pertimbangan yang diambil saat memulai usaha, salah satunya adalah dengan siapa bisnis ini dibangun dan dijalankan. Sama halnya saat memilih doi jadi partner berbagi, tentu ada beberapa tipe dan kriteria yang dipertimbangkan. Dalam hubungan partner bisnis perlu ada 5K, yaitu karakter, Kompetensi, Komunikasi, Kepercayaan dan Komitmen yang kuat. Lamanya hubungan yang dijalani juga dapat memberikan kemudahan untuk bisa saling memahami karakter dan kompetensi dari pasangan kamu. 


Tapi, namanya bisnis berbau cuan tidak bisa dicampurkan dengan yang berbau asmara. Biar bisnis lancar dan fokus target, perlu bagi kalian untuk membedakan porsi komunikasi yang berbau asmara dengan profesionalisme dalam berbisnis biar usaha lancar dan hubungan makin hangat. 


1. Komunikasikan Visi dan Misi

Untuk membangun chemistry yang baik, kalian perlu terbuka dalam mengkomunikasikan visi dan misi kedepannya. Diskusikan tujuan dan prinsip untuk mengembangkan bisnis kedepannya.


2. Pembagian Job Desk

Berbagi peran yang jelas dalam pekerjaan juga menjadi poin penting dalam menjalankan bisnis. Misalnya, pacarmu ahli dalam pembukuan keuangan maka serahkan semua yang berhubungan dengan transaksi pembukuan padanya. Jika dalam urusan desain kamu yang paling jago, maka segala urusan yang berkaitan dengan pemasaran akan kamu tangani seluruhnya. Tapi, jika di antara kalian tidak ada yang memiliki kemampuan dalam mendesain, maka kalian harus berdiskusi untuk mencari solusinya. Bisa saja kalian akan meminta bantuan pada saudara yang memang ahli sebelum siap hire seseorang yang ahli dalam desain.


3.Membuat Surat Perjanjian

Terdengar sedikit lebay tapi penting untuk menentukan nasib bisnismu di kemudian hari. Dalam surat ini memuat soal kesepakatan jika hal yang tidak diinginkan terjadi pada bisnis yang kalian bangun. Poin lain yang bisa dimasukkan adalah pembagian hasil yang sesuai dengan job desk atau besaran modal. Perlu juga menuliskan poin tentang “walau hati sudah tak saling bertaut namun bisnis harus tetap jalan” untuk nasib bisnismu ketika hubungan tidak bisa diteruskan. 


4. Laporan Keuangan Harus Rinci dan Transparan

Dalam menjaga relasi apapun diperlukan laporan yang sifatnya transparan. Sama halnya ketika kamu memutuskan untuk memulai bisnis. Laporan keuangan harus disajikan dalam bentuk yang rinci dan transparan untuk menghindari konflik di kemudian hari. Tulis secara rinci perihal modal awal, omzet, profit hingga keuntungan yang didapatkan. Laporan keuangan bisa dibagikan setiap satu bulan sekali saat rapat bulanan atau periode yang kalian terapkan sendiri. 


5. Komunikasi Yang Baik

Selain laporan keuangan yang transparan, komunikasi yang baik juga menjadi salah satu unsur penting dalam bisnis. Biar hubungan bisnis baik, intonasi dan narasi yang digunakan juga berpengaruh dalam kelancaran berbisnis. Baiknya jika terjadi masalah atau meminimalisir konflik, gunakan tutur bahasa yang baik dan juga narasi yang tidak memicu perdebatan lebih lanjut. fokus pada solusi dan siap membangun bisnis lebih besar bareng si doi.